Skip to main content

BAGAIMANAKAH KISAH SEKOLAH MINGGU DI AFRIKA?

Tahukah Anda, di Afrika, murid-murid datang ke sekolah minggu dengan
bertelanjang kaki? Persembahan mereka lebih mirip sebutir jagung
kering daripada koin. Mereka tahu jika hari itu adalah hari Minggu
ketika mereka mendengar suara pukulan "lonceng gereja" yang terbuat
dari pelek ban tua yang digantung di sebuah pohon. Anak-anak
berjongkok di sebuah bangku gereja panjang di bawah atap jerami atau
duduk di sebuah tikar jerami dan bahkan di atas tanah.

Ayam-ayam, kambing-kambing, dan babi-babi berjalan kian kemari
keluar masuk gereja. Anak-anak selalu menari ketika lagu sekolah
minggu dinyanyikan. Drum dan "giring-giring" adalah satu-satunya
alat musik yang dimainkan. Tidak ada satu pun anak yang memiliki
buku, buku mewarnai, atau malam bekas. Guru mengajar dengan menulis
di atas pasir menggunakan tongkat atau sebuah papan kasar yang dicat
hitam. Mendramakan sebuah cerita adalah cara mengajar yang populer
dan efektif. Beberapa anak bahkan berpura-pura menjadi babi atau
keledai, dan membiarkan anak lain berperan sebagai "Yesus" yang
menunggangginya ke Yerusalem. (t/Yohanna)

Diterjemahkan dari:
Nama situs: Ecmafica.com
Judul asli artikel: Tell Me About An African Sunday School
Penulis: Tidak dicantumkan
Alamat URL: http://www.ecmafrica.org/Page.aspx?id=36271

Comments

Popular posts from this blog

Mengusik Guru Sekolah Minggu

Facebook Twitter Pinterest WhatsApp Share Kekaguman saya kepada Guru Sekolah Minggu (GSM) tiada hentinya. Betapa tidak? Pengajaran di Sekolah Minggu (SM) pada Anak Sekolah Minggu (ASM) seringkali begitu melekat sampai ke usia dewasa dan lanjut usia. Banyak orang dewasa yang beriman SM. Para pendeta dan teolog tampaknya kurang sanggup membangun kelanjutan pengajaran GSM dalam mendewasakan iman jemaat. Sementara kekaguman berlanjut, saya menjadi ambigu; sebab di satu pihak saya pernah menjadi GSM selama 15 tahun karena itu saya ikut bangga, di lain pihak saya menjadi pendeta selama 40 tahun karena itu saya ikut sedih. Saya tak dapat menahan diri untuk tidak ‘mengusik’ rekan-rekan GSM yang saya cintai. Mereduksi Trinitas Di banyak SM, banyak GSM mengajarkan anak-anak berdoa kepada Yesus atau Tuhan Yesus. Hasil pengajaran ini terus hidup di sana sini termasuk dalam diri penatua dan pendeta. Tradisi berdoa kepada Yesus bukanlah tradisi yang selaras dengan pengakuan iman kita. Da...

Tips Mendisiplinkan Anak

Tips Mendisiplinkan Anak Sumber :  http://ellenpatricia.com/?p=30 Frase “mendisiplin anak” merupakan salah satu frase yang paling banyak disalahartikan. Tidak sedikit orang yang menyamakan makna frase tersebut dengan memberikan hukuman fisik kepada anak. Sesungguhnya, makna “mendisiplin anak” tidaklah sesempit itu. “Mendisiplin anak” mengandung arti melakukan tindakan yang direncanakan untuk menolong anak-anak mempelajari perilaku yang baik. Untuk mempraktekkan disiplin dalam arti yang demikian, jauh lebih sulit dibandingkan sekedar menghukum anak secara fisik, karena tersirat dalam makna tersebut adalah prioritasnya pada tujuan yang ingin dicapai, yaitu menolong anak-anak mempelajari perilaku yang baik, bukan pada bentuk tindakan disiplin yang diambil. Dengan demikian, bentuk tindakan yang dapat dipilih untuk mencapai tujuan tersebut bisa berbagai macam. Untuk dapat mendisiplinkan anak dengan efektif, umumnya ada tiga hal utama yang perlu diperhatikan orangtua, sebagai berikut :...

IRI HATI MEMBUAT TUMPUL PERASAAN - Pudjianto P

IRI HATI  MEMBUAT TUMPUL PERASAAN (Belajar dari kehidupaan Yusuf) Kejadian 37:1-24 Pengalaman di negeri orang, jika bertemu sesama dari negeri sendiri, rasanya seperti  bertemu dengan saudara, dan akhirnya berujung persaudaraan yang melebihi saudara kandung sendiri.  Namun apa yang diungkapkan dalam  firman Tuhan ini khususnya dari ayat 18,  adalah merupakan kenyataan pahit yang terjadi akibat dari perasaan iri hati yang tidak diredakan. Iri hati yang dipelihara dan dibesar-besarkan sehingga menumbuhkan kebencian, yang berujungkan nafsu untuk membunuh. “Dari jauh ia telah kelihatan kepada mereka. Tetapi sebelum ia dekat pada mereka, mereka telah bermufakat mencari daya upaya untuk membunuhnya”.(ayat 18).  Nafsu untuk membunuh itu timbul ketika mereka dalam hal ini kakak-kakak Yusuf melihat Yusuf dari jauh. Mereka bermukat untuk menghilangkan Yusuf dari antara mereka dengan cara membunuh. Hanya Ruben karena sebagai anak sulung ingin menyelamatkan Y...