Skip to main content

Merayakan Natal ala Anak Mexico dan Denmark

---------------------------------------------------------------------
e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU
---------------------------------------------------------------------

Dear friends ...

Berikut ada tips aktivitas untuk merayakan natal bersama anak-anak, sambil
mempelajari tradisi perayaan natal dari berbagai negara di dunia. Yuk ...
kita jalan-jalan ke Mexico dan Denmark :-)

Selamat mencoba ...
Moderator (meilania).


MEXICO
Christmas Fiesta (Pesta Natal) dengan Pinnata

Cara membuat Pinnata:
1. Sediakan kantung kertas (atau buat sendiri dari kertas koran)
2. Isilah kantung tsb dengan bantal / spons / kertas bekas supaya
mengembung dan mudah untuk dihias
3. Hiaslah lapisan luar kantung kertas tsb dg kertas warna-warni (mis:
kertas krep)
4. Selesai menghiasi, keluarkan bantal / spons / kertas bekas dan
ISIlah Pinnata dengan beragam permen, coklat, atau mainan anak yg kecil2
(mobil, sticker, dsb)
5. Gantunglah Pinnata di atas tempat yang cukup tinggi, namun masih
dalam jangkauan anak untuk "memukulnya sampai hancur" dengan menggunakan
tongkat yang keras (bisa dg. tongkat kayu atau bahan lainnya).
6. Secara bergantian, mintalan anak untuk memukup Pinnata hingga pecah
dan semua isinya berhamburan keluar.

DENMARK
Membuat Kue Natal

Cara membuat Kue Natal dengan dough / plastisin:
BAHAN:
1. Sediakan dough / plastisin dengan beragam warna
2. Sediakan cetakan kue kering beragam bentuk atau puzzle yang terbuat
plastik beragam bentuk
3. Sediakan perlengkapan lain spt: pisau plastik, wadah plastik (untuk
tempat kue yang telah jadi), piring atau nampan kue (untuk memajang kue
yang telah dibuat)
CARA:
1. Giling dough / plastisin dengan silinder plastik / kayu (atau
gunakan tangan) sehingga berbentuk lembaran
2. Gunakan cetakan kue kering di atas lembaran dough / plastisin
sehingga menghasilkan bentuk-bentuk yang bagus (seperti: pohon natal,
bintang, lonceng, dsb)
3. Selain dg cetakan, bisa juga digunakan pisau plastik untuk
membentuk model kue
4. Bila kue telah jadi, letakkan dalam wadah plastik (seperti yang
kita jumpai di etalase toko2 roti) lalu beri hiasan dengan nuansa Natal.
Atau, pajang hasil karya tsb dalam sebuah nampan besar yang juga telah
dihiasi dan "hidangan" tsb siap disajikan dalam Acara Pesta Natal ala Denmark

Peringatan: "kue" dough / plastisin tidak boleh masuk ke dalam mulut anak!

Comments

Popular posts from this blog

Mengusik Guru Sekolah Minggu

Facebook Twitter Pinterest WhatsApp Share Kekaguman saya kepada Guru Sekolah Minggu (GSM) tiada hentinya. Betapa tidak? Pengajaran di Sekolah Minggu (SM) pada Anak Sekolah Minggu (ASM) seringkali begitu melekat sampai ke usia dewasa dan lanjut usia. Banyak orang dewasa yang beriman SM. Para pendeta dan teolog tampaknya kurang sanggup membangun kelanjutan pengajaran GSM dalam mendewasakan iman jemaat. Sementara kekaguman berlanjut, saya menjadi ambigu; sebab di satu pihak saya pernah menjadi GSM selama 15 tahun karena itu saya ikut bangga, di lain pihak saya menjadi pendeta selama 40 tahun karena itu saya ikut sedih. Saya tak dapat menahan diri untuk tidak ‘mengusik’ rekan-rekan GSM yang saya cintai. Mereduksi Trinitas Di banyak SM, banyak GSM mengajarkan anak-anak berdoa kepada Yesus atau Tuhan Yesus. Hasil pengajaran ini terus hidup di sana sini termasuk dalam diri penatua dan pendeta. Tradisi berdoa kepada Yesus bukanlah tradisi yang selaras dengan pengakuan iman kita. Da...

Tips Mendisiplinkan Anak

Tips Mendisiplinkan Anak Sumber :  http://ellenpatricia.com/?p=30 Frase “mendisiplin anak” merupakan salah satu frase yang paling banyak disalahartikan. Tidak sedikit orang yang menyamakan makna frase tersebut dengan memberikan hukuman fisik kepada anak. Sesungguhnya, makna “mendisiplin anak” tidaklah sesempit itu. “Mendisiplin anak” mengandung arti melakukan tindakan yang direncanakan untuk menolong anak-anak mempelajari perilaku yang baik. Untuk mempraktekkan disiplin dalam arti yang demikian, jauh lebih sulit dibandingkan sekedar menghukum anak secara fisik, karena tersirat dalam makna tersebut adalah prioritasnya pada tujuan yang ingin dicapai, yaitu menolong anak-anak mempelajari perilaku yang baik, bukan pada bentuk tindakan disiplin yang diambil. Dengan demikian, bentuk tindakan yang dapat dipilih untuk mencapai tujuan tersebut bisa berbagai macam. Untuk dapat mendisiplinkan anak dengan efektif, umumnya ada tiga hal utama yang perlu diperhatikan orangtua, sebagai berikut :...

Motivasi untuk menulis

Motivasi Untuk Menulis Sumber:  http://pelitaku.sabda.org/motivasi_untuk_menulis Penulis :  Drs. Wilson Nadeak Kata "motivasi" sering digunakan orang tanpa mengetahui arti yang sebenarnya. Padahal, kata ini sangat berkaitan dengan penulisan. Oleh karena itu, coba kita perhatikan apakah arti kata motivasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Menurut kamus ini, "Motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu; atau usaha-usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya." Artikel Terkait Menulis Memoar: Mengapa Tidak? Menulis Resensi Pemula Menulis Kolom Menulis Untuk Pembaca Remaja/Pemuda Menulis Adaptasi Susahnya Menjadi Penulis Pemula Menulis Naskah Lakon Pengertian yang diberikan dalam...